Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bayi Gumoh Berwarna Kuning : Berbahayakah?

Bayi Gumoh Berwarna Kuning – Pada masa awal perkembangan bayi, sering sekali si kecil memuntahkan sesuatu dari mulutnya yang biasa kita sebut gumoh. Namun, sebenarnya secara medis muntah dan gumoh itu adalah dua hal yang berbeda.

Menurut beberapa jurnal medis, dikatakan bahwa gumoh adalah aktivitas mengeluarkan objek yang ada di lambung tanpa adanya kontraksi dan penekanan pada dinding perut atau diafragma. Berbanding terbalik dengan pengertian muntah.

Pada masa awal perkembangannya, lambung hanya seukuran buah delima. Seiring berjalannya usia, maka jaringan otot di lambung akan beradaptasi dan berkembang sehingga jumlah asupan makanan yang diberikan dapat terus bertambah.

Mengapa Bayi Gumoh Berwarna Kuning?

Bayi Gumoh Setelah Minum ASI

Faktanya, gumoh merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan bayi terutama pada masa awal perkembangannya. Lantas, kenapa  bayi gumoh bisa berwarna kuning? Ada beberapa kemungkinan yang dapat menjawab hal tersebut.

Bayi Mengalami Gangguan Pencernaan

Perkembangan lambung bayi pada bulan-bulan awal wajib diperhatikan oleh para orang tua. Pemberian ASI atau susu formula hendaknya disesuaikan dengan kapasitas lambung bayi. Pada minggu-minggu awal cukup berikan 20 ml ASI atau susu formula setiap kali minum.

Penyebab utama bayi gumoh biasanya karena lambung buah hati Anda sudah tidak mampu lagi menerima asupan isi tambahan. Sedangkan warna kuning itu merupakan pertanda bahwa lambung atau usus  pada bayi sedang tidak dalam kondisi sehat.  Jika disertai dengan BAB cair maka bisa jadi itu adalah gejala peradangan pada dinding lambung. Segera konsultasikan pada dokter anak.
Baca Juga : Cara Mengatasi Bayi Sesak Nafas Karena Batuk
Hal tersebut dapat terjadi karena dua faktor. Pertama, si kecil secara tidak sengaja menelan objek padat. Kedua, organ pencernaan bayi terbentuk secara tidak sempurna. Untuk memastikan dugaan tersebut segera konsultasikan pada dokter anak terdekat untuk dilakukan tindakan medis.

Bayi atau Ibu Sedang dalam Kondisi Sakit

Secara alamiah, ketika kondisi bayi atau ibu sedang sakit. Maka akan ada perubahan pada warna atau kekentalan  ASI yang dihasilkan. Bila yang berubah adalah warna ASI yang dikonsumsi oleh si kecil dan kemudian bayi gumoh berwarna kuning.

Anda tidak perlu khawatir, bisa jadi bayi gumoh tanda kenyang dan tanpa ada indikasi buah hati Anda sedang sakit. Demikian pula, jika bayi gumoh bening itu juga pertanda bayi sudah tidak mampu lagi mengonsumsi ASI.

Cara Mengatasi Bayi Gumoh

  • Pertama, jika bayi gumoh lewat hidung, itu bisa jadi ada yang salah dalam proses pemberian ASI pada bayi. Posisi kepala yang lebih rendah dari badan bisa jadi pemicu si kecil mengeluarkan kembali isi dalam perutnya. Atur dengan benar posisi Anda pada saat menyusui paling tidak posisi kepala sejajar dengan badan.
  • Kedua,  penyebab bayi gumoh banyak, kemungkinan besar ASI atau susu formula yang Anda berikan jauh melebihi kapasitas lambung buah hati Anda. Bisa jadi dua kali lipat dari  ukuran lambung si kecil. Indikasinya, bayi gumoh dalam jumlah banyak dan menyembur. Selalu konsultasikan pada dokter anak atau bidan, seberapa banyak ASI yang dapat diminum pada bayi seusia anak Anda.
  • Ketiga, jika bayi gumoh kental. Hal tersebut disebabkan karena si Ibu kurang mengonsumsi cairan sehingga kadar ASI menjadi sangat kental dan tidak dapat diterima oleh bayi. Perbanyaklah mengonsumsi air putih.
  • Keempat, penyebab bayi gumoh terus menerus. Hal tersebut terjadi karena salah satu dari ibu atau anak ada yang mengonsumsi obat. Zat kimia yang masuk dalam pencernaan bayi tidak dapat diterima sehingga muncul indikasi seperti keracunan atau muntaber. Hentikan pemakaian obat tersebut untuk beberapa saat dan jika gejala berlanjut segera konsultasikan pada dokter.

Itulah pembahasan singkat mengenai artikel mengapa bayi gumoh berwarna kuning. Semoga pembahasan ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian. Terima kasih dan sampai jumpa.




Posting Komentar untuk "Bayi Gumoh Berwarna Kuning : Berbahayakah?"