Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Penyebab Bayi Belum Bisa Tengkurap

Penyebab Bayi Belum Bisa Tengkurap - Melihat tumbuh kembang si kecil tentu sangat menyenangkan ya bunda? Namun, ada beberapa dari orang tua mempermasalahkan hal ini, khususnya bagi kesayangan mereka yang masih bayi. Pertanyaan seperti apa penyebab bayi lambat tengkurap kerap kali menjadi perbincangan.

Usia Berapa Bayi Bisa Miring Sendiri?

Permasalahan yang kerap kali diperbincangkan adalah masalah mengenai umur berapa bayi bisa tengkurap. Bunda, jangan khawatir dulu karena setiap bayi memiliki waktu yang berbeda-beda dalam tumbuh kembang mereka termasuk dalam belajar berguling dan tengkurap.

Biasanya si kecil sudah dapat diajarkan untuk belajar tengkurap ketika ia menginjak “usia tiga bulan”, melatihnya pun cukup membutuhkan waktu tiga menit dan dilakukan setiap hari. Namun, jangan terlalu dipaksakan ya Bunda, jika mereka tidak ingin tengkurap tunggu saja hingga bayi Anda ingin.

Namun, jika diluar waktu itu si kecil tidak dapat tengkurap mungkin ada masalah seperti halnya jika bayi lahir secara prematur. Bahkan bisa saja ada permasalahan lainnya, jadi harus segera diperiksakan ke dokter ahli.

Penyebab Bayi Lambat Tengkurap

penyebab bayi belum bisa tengkurap

Berikut kemungkinan penyebab bayi lambat tengkurap. Mari simak penjelasannya:

1. Penyakit Cerebral Palsy

Cerebral palsy merupakan penyakit lumpuh otak yang dapat menyebabkan gangguan gerakan serta koordinasi tubuh. Disebabkan oleh gangguan perkembangan pada otak, biasanya terjadi saat bayi masih di dalam kandungan, proses persalinan hingga dua tahun setelah Bunda melahirkan.

Gejalanya antara lain terlambatnya kemampuan gerak motorik, kesulitan mengambil benda, berjalannya tidak normal, otot kaku, selalu menggunakan sisi tubuhnya, tremor, athetosis, kurang merespon jika merasakan nyeri atau disentuh, gangguan penglihatan, berpikir, sulit menelan.

2. Penyakit Myopathy

Myopathy atau biasa disebut dengan kelainan otot ini merupakan penyakit yang merujuk pada gangguan otot dalam tubuh. Dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti cedera, infeksi, peradangan, kanker, hingga penyakit saraf.

Namun, Bunda tidak perlu sebegitu khawatir karena si kecil belum tentu memiliki riwayat penyakit ini. Boleh diperiksakan langsung ke dokter ahli si kecil dan tanyakan permasalahannya. Alangkah baiknya, perlahan untuk selalu dilatih agar lemas dalam belajar tengkurap.

3. Failure To Thrive

Penyebab keterlambatan si kecil dalam tengkurap selanjutnya adalah karena failure to thrive atau biasa disebut dengan gagal tumbuh. Maksudnya bayi tidak menunjukkan perkembangan tumbuh tetapi justru sebaliknya, peningkatannya melambat.

Hal ini biasanya ditandai dengan tidak meningkatnya berat badan si kecil, perkembangannya terlambat seperti halnya lambat untuk tengkurap. Maka dari itu segera diperiksakan agar tidak berlanjut ke tahap stunting yaitu kecerdasan, pertumbuhan fisik, mental di bawah rata-rata.

4. Spina Bifida

Spina bifida atau bisa disebut dengan cacat sejak lahir ini termasuk ke dalam jenis kecacatan tabung saraf paling umum, di mana beberapa dari ruas tulang bagian belakang janin tidak menutup secara sempurna dengan begitu dapat menciptakan sebuah celah.

Gejalanya berbeda tergantung jenis spina bifida sendiri, misalkan occulta tandanya adalah terlihatnya sejumput rambut pada bagian punggung dan lekukan kecil di bagian bawah punggung bayi yang baru lahir. Namun, biasanya bila ini terjadi dokter langsung menangani si kecil sebelum terlambat.

5. Mengalami Masalah Dalam Berat Badan

Hal inilah yang menjadi salah satu permasalahan yang sering terjadi dalam keterlambatan si kecil untuk belajar tengkurap. Kekurangan atau bahkan kelebihan berat badan tentu saja akan sangat berpengaruh pada kemampuan motoriknya.

Jika si kecil memiliki berat badan yang kurang dari 4-8 kg saat usianya antara 3-4 bulan bisa jadi bayi Anda akan mengalami kesulitan dalam menggerakkan tubuhnya. Mengapa? Sederhananya si kecil tak memiliki cukup tenaga untuk bisa melakukan aktivitas seperti tengkurap.

6. Selalu Digendong

Salah satu yang biasanya terjadi adalah Bunda selalu menggendong si kecil ke mana pun. Ketahuilah, jika terlalu sering digendong itu akan mengganggu perkembangan bayi. Mengapa? Hal tersebut bisa menghalangi pergerakannya, mereka tidak akan bisa bebas bergerak.

Maka dari itu, sebisa mungkin tidak terlalu menyulitkan si kecil untuk bergerak bebas. Contohnya saja bila mereka mencoba tengkurap tapi Bunda tidak tega saat ia menangis, justru hal tersebut membuat stimulasinya kurang. Ada waktunya orang tua tega demi tumbuh kembang anaknya.

7. Perkembangan Kognitif Yang Lambat

Masalah selanjutnya yang menjadi kemungkinan si kecil terlambat untuk tengkurap adalah kurangnya stimulasi dan peran orang tua berkomunikasi kepada anaknya. Maka dari itu, sangat penting melatih secara perlahan agar bayi Bunda dapat belajar sendiri.

Seperti contoh meletakkan si kecil dalam keadaan tengkurap, biarkan mereka berusaha dengan sendirinya agar dengan leluasa memiliki ruang gerak bebas. Tunggu dan awasi bayi Bunda, setelah tiga menit kembalikan ke posisi semula. Namun, lakukanlah setiap hari.

Bagaimana Cara agar Bayi Cepat Tengkurap?

Sebagai orang tua pasti akan bahagia melihat tumbuh kembang si kecil, apalagi saat mereka mulai belajar merangkak, berjalan, atau bahkan tengkurap. Bagi Bunda yang masih bingung bagaimana cara melatih bayi tengkurap, berikut ini ada sedikit penjelasan mendalam:

1. Pastikan Orang Tua Mengawasi si Kecil saat Tengkurap

Dalam melakukan tummy time atau tengkurap bagi si kecil, selalu awasi pergerakan mereka ya Bunda. Lakukan kegiatan tersebut sekitar lima menitan, tapi terus dilatih setiap hari. Namun, ketika bayi mulai menangis, angkatlah lalu posisikan seperti semula lagi. Itu pertanda sudah saat berhenti.

Kegiatan melatih si kecil tummy time atau tengkurap ini bisa dilakukan setelah bayi Bunda bangun tidur, ganti popok, mandi, atau bahkan saat mereka beristirahat. Lakukanlah dengan lembut dan pelan, jangan terlalu memaksa pergerakan mereka.

Serta jangan lupa untuk selalu memperhatikan cara membalikkan badan bayi saat tengkurap. Agar keamanan dan kesehatan buah hati Anda tidak terganggu.

2. Alas Untuk Tengkurap Harus Nyaman

Sebelum melakukan latihan tengkurap atau tummy time pastikan alas yang digunakan aman dan juga nyaman ya Bunda. Jika memungkinkan, akan lebih nyaman bila melakukannya di atas tempat tidur untuk menghindari sesuatu tidak diinginkan.

Setela mereka ada di alas yang nyaman dan pastinya tidak kasar, Bunda bisa meletakkan bantal lalu menengkurapkan si kecil di atasnya lalu posisi tangan serta bahunya berposisi menopang. Tujuannya agar bayi dapat belajar sendiri cara menahan tubuh.

Kesiapan individu bayi juga menentukan keberhasilan proses kemampuan baru si kecil ini. Ketika ada bayi 4 bulan belum bisa miring sendiri, jangan dipaksa. Begitu juga, ketika ada bayi 6 bulan belum bisa bolak balik dengan sempurna.

3. Menggunakan Benda untuk Dapat Menarik Perhatian si Kecil

Selanjutnya yang bisa Bunda lakukan saat proses si kecil tengkurap adalah meletakkan benda yang dapat menarik perhatiannya, seperti contoh mainan atau barang kesukaannya. Mengapa harus begitu? Tujuannya agar bayi tetap fokus saat mereka belajar untuk tengkurap.

Bunda bisa meletakkan mainan atau barang kesukaannya di sekitar mereka. Tujuannya adalah untuk melatih penglihatannya juga. Dengan begitu, tak hanya berlatih tengkurap tapi juga yang lainnya. Lakukan sekitar 3-5 menitan setiap harinya atau ambil 2-3 harian saja.

Seperti yang telah dijelaskan, itulah beberapa penjelasan mengenai apa saja penyebab bayi belum bisa tengkurap. Kembali lagi pada topik, tidak perlu Bunda khawatirkan bila si kecil mengalami keterlambatan dalam hal tersebut. Setiap bayi memiliki kemampuannya sendiri di usia yang berbeda.


Posting Komentar untuk "7 Penyebab Bayi Belum Bisa Tengkurap"