Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Baby Blues: Si Tak Nampak Namun Berbahaya

Tahukah Anda, ternyata baby blues syndrom dialami oleh sekitar 75 persen wanita usai melahirkan? Sayangnya tindakan yang dilakukan untuk mengatasinya masih sangat minim, karena hanya dianggap sebagai efek pascamelahirkan yang tidak berbahaya. 

Padahal jika tidak ditangani dengan tepat, bisa menimbulkan bahaya baik pada ibu maupun bayi yang baru lahir.

Menganggap sepele sindrom ini sering dilakukan, karena banyak yang bilang bahwa sejak dulu wanita akan tetap kuat pasca melahirkan. 

Bahkan ketika mereka sudah punya banyak anak. Lantas apa sebenarnya sindrom tersebut dan apa saja informasi yang perlu diketahui? Simak secara lengkap berikut ini.

Apa Itu Baby Blues?

Baby Blues

Ditilik secara medis, baby blues adalah sebuah kondisi dimana seorang ibu memiliki perasaan sedih yang tidak normal atau cenderung berlebihan. 

Umumnya hal ini dialami seorang ibu sesaat setelah melahirkan, jika tidak cepat diatasi bisa menjadi semakin tak terkendali pada hari keempat dan seterusnya.

Pada kondisi umum, sindrom yang juga disebut dengan istilah Postpartum Distress Syndrome ini akan reda sendiri setelah dua minggu. 

Tapi sayangnya tak semua ibu bisa mengatasinya dengan baik, sehingga ada yang berlanjut hingga akhirnya depresi dan berujung pada hal-hal yang berbahaya. Contohnya menyakiti bayi atau menyakiti diri sendiri.

Penyebab Baby Blues

Kenapa seorang ibu bisa mengalami sindrom sedih berlebihan ini? Ternyata ada beberapa penyebab yang mungkin dialami hampir semua ibu hamil, berikut penyebabnya:

Kurang Tidur

Ketika bayi baru lahir, sang ibu akan mengalami perubahan pada pola tidurnya. Hal ini disebabkan karena bayi masih perlu menyesuaikan diri dengan dunia barunya di luar rahim. Ada ibu yang harus terjaga sepanjang malam bayi susah tidur, ada juga yang hanya tidur beberapa jam sehari. 

Kurang tidur tersebut membuat rasa lelah yang luar biasa, kondisi tidak nyaman dalam beraktivitas termasuk saat mengasuh bayi. Ini adalah penyebab paling banyak dari munculnya baby blues syndrome.

Terjadi Perubahan Hormon

Jika saat hamil hormon estrogen dan progesteron meningkat, maka usai melahirkan hormon tersebut jumlahnya akan menurun drastis di dalam tubuh ibu. 

Artikel Lainnya:

Perkembangan Bayi 8 Bulan

Alhasil akan terjadi mood swing yang sangat ekstrim. Jika tidak ditangani dengan benar, ujung-ujungnya adalah muncul perasaan sedih, gundah, dan gelisah.

Sulit Adaptasi

Memiliki tanggung jawab baru sebagai seorang ibuyang harus mengasuh bayi 24 jam bukanlah hal mudah untuk dilakukan. 

Apalagi ketika sebelumnya kehidupan si ibu serba tercukupi dan cenderung bergantung pada orang lain. Alhasil si ibu ini menjadi tidak bisa beradaptasi maksimal dengan posisi barunyadan merasa galau karena waktu bebasnya jadi terbatas.

Perubahan Fisik

kebanyakan wanita usai melahirkan akan terlihat lebih ”melar”, karena asupan makanan semakin banyak dan beberapa orang mungkin kurang memperhatikan penampilan. 

Tujuannya memang baik, yaitu agar gizi buah hati tercukupi. Hal ini bisa saja berdampak pada penilaian orang lain, apalagi wanita cenderung selalu memperhatikan penampilan. 

Dampaknya, rasa percaya diri akan hilang, keinginan mengurus bayi menurun, dan merasa tidak nyaman setiap saat. Kemudian timbul rasa sedihyang jadi awal terjadinya baby bluessyndrome ini.

Sulit Menyusui

Tak semua ibu bisa langsung menyusui bayinya usai melahirkan, tentu pasti ada yang bermasalah dengan puting susu atau si bayi sendiri yang enggan menyusu. 

Kondisi ini bisa menimbulkan rasa tertekan dan perasaan “tidak berguna” sebagai seorang ibu, yang ujung-ujungnya si ibu merasa sedih berlebihan dan terkena sindrom tersebut.

Ciri-Ciri Baby Blues

baby blues syndrom

Sebenarnya sindrom yang satu ini bisa dikenali sejak dini dengan beberapa ciri-ciri khususnya berikut ini, hanya terkadang banyak yang mengabaikannya karena dianggap biasa. 

Mudah Tersinggung

Wanita yang mengalami sindrom ini lebih mudah tersinggung, ketimbang saat dia dalam kondisi normal. Sedikit saja ada perkataan orang yang menurutnya tidak nyaman, maka emosinya akan cepat naik dan menjadi marah.  

Begitu juga ketika ada kondisi yang membuatnya tidak nyaman, seharian bisa saja dia tidak stabil dan memarahi siapapun yang ditemuinya tanpa alasan jelas.

Baca Juga:

Perkembangan Bayi 5 Bulan

Kalau hal ini sudah terjadi pada Anda, maka sebaiknya segera mencari pengobatan yang tepat. Setidaknya bicarakan dengan pasangan agar bisa dicarikan solusi terbaik, kalau tidak maka ciri lain akan muncul dan tambah parah.

Tidak Peduli Pada Bayinya

Ini merupakan ciri yang sudah cukup membahayakan, yaitu ketika seorang ibu sudah tidak peduli dengan bayi yang baru dilahirkannya. 

Ada yang membiarkannya menangis tanpa henti, ada yang tak mau memberikan ASI padahal si anak sudah kelaparan. Jika tak segera ditangani tentu akan membahayakan hidup bayi.

Mudah Lelah

Tidak ada seorang ibu yang akan cukup tidurnya usai melahirkan, karena kebanyakan waktunya adalah untuk mengurus si buah hati. 

Kondisi ini akan membuat ibu cepat lelah, bisa-bisa saat sedang duduk menyusui bayinya tiba-tiba tertidur pulas. Atau saat sedang memasak di dapur tiba-tiba terjatuh karena lemas dan lelah.

Mudah Menangis

Berhubungan langsung dengan kondisi psikis yang tidak stabil, dimana seorang ibu bisa menangis tanpa alasan bahkan ketika sedang membersihkan rumah. 

Ada saja pemicu, yang terkadang tidak penting sehingga membuatnya menangis. Kalau Anda mengalaminya usai melahirkan, jangan abaikan karena ini merupakan ciri utama dari baby bluessyndrome.

Percaya Diri Hilang

Seorang wanita yang biasanya percaya diri, bisa berubah 180 derajat usai melahirkan menjadi sosok yang menutup diri. 

Ini juga bisa diidentifikasi sebagai ciri dari mood swingsyndrome tersebut. Contohnya dalam urusan berpakaian yang biasanya nyaman menggunakan daster atau celana pendek, jadi minder dan lebih memilih pakai baju tertutup sepanjang hari.

Bisa juga, ibu yang biasanya percaya diri dengan masakannya tiba-tiba merasa semua masakannya tidak enak, sampai-sampai mengalami kecemasan ketika suami atau keluarganya menyantap makanan tersebut.

Mudah Cemas

Kekhawatiran yang berlebihan juga menjadi ciri seorang wanita mengalamibaby blues, hal ini merupakan dampak langsung dari kondisi emosi yang tidak stabil dan istirahat yang kurang.

Akibatnya,perasaan selalu tidak nyaman dan berujung kecemasanpadahal tidak ada masalah besar yang terjadi terkait dirinya, anaknya, bahkan keluarganya.

Susah Tidur

Karena aktivitas dan lelah yang berlebihan ditambah beberapa kondisi lainnya, seorang ibu jadi sulit tidur walaupun buah hatinya sudah terlelap. 

Selalu ada hal yang dipikirkan sehingga waktu tidur jadi terbuang sia-sia, dampaknya tentu pada kesehatan yang menurun dan kemampuan mengurus bayi yang juga tidak maksimal.

Cara Mengatasi Baby Blues

Untuk mengatasi baby blues syndrom ada beberapa cara yang bisa dilakukan, tapi memang butuh peran orang lain terutama pasangan dan keluarga.

Sharing Dengan Pasangan

Sebelum dan sudah melahirkan, sebaiknya bertukar pikiran dengan pasangan mengenai tanggung jawab bersama dalam pengasuhan anak. 

Sehingga saat si kecil sudah lahir, Anda tidak merasa sendirian mengasuhnya. Ceritakan keluhan-keluhan Anda pada suami, atau jika kurang nyaman bisa ceritakan pada keluarga terdekat (misalnya ibu).

Sharing Pengalaman

Untuk mempersiapkan fisik dan mental usai melahirkan, Anda juga bisa mencari informasi dan sharing dengan orang yang sudah pernah melahirkan sebelumnya. 

Dengan begitu, ketika ada hal baru atau masalah sekecil apapun Anda sudah ada persiapan untuk mengatasinya.

Tidak ada teman dekat yang sudah melahirkan? Tenang, Anda juga bisa mencari komunitas ibu hamil atau ibu pascamelahirkan, dimana nantinya bisa mendapatkan informasi banyak tentang hal yang perlu dan tidak boleh dilakukan oleh ibu hamil atau menyusui. 

Olahraga

Walaupun baru melahirkan, jangan abaikan kesehatan sendiri. Salah satu caranya adalah dengan berolahraga secara rutin, dengan begitu energi tetap terjaga dan metabolisme tubuh lancar. 

Bagi yang tidak terbiasa olahraga mungkin akan terasa berat. Anda bisamemulainya dengan senam di pagi hari sebelum beraktivitas atau jalan santai sambil membawa si buah hati keliling komplek perumahan.

Istirahat Cukup

Walaupun ini akan sulit dilakukan terutama di masa awal usai melahirkan, tapi usahakan untuk memanfaatkan semaksimal mungkin waktu untuk istirahat. 

Misalnya saat si kecil tidur, maka tidurlah bersamanya. Anda juga bisa membuat shift mengasuh bayi dengan pasangan, lalu manfaatkan waktu ‘me time’ Anda untuk istirahat. 

Positif Thinking dan Bersyukur

Usahakan untuk tetap berpikiran positif terhadap apapun yang terjadi dalam hidup Anda, terutama usai melahirkan. 

Ingat, tidak semua orang diberi kesempatan menjadi seorang ibu hingga menjalani hidup dengan mengasuh dan membesarkan anak. 

Maka, jangan lupa untuk bersyukur karena telah diberi kenikmatan seperti itu oleh Yang Maha Kuasa. Kondisi pikiran yang positif ini akan memperkecil kemungkinan Anda mengalami baby blues.

Persiapan Sebelum Melahirkan

Lakukanlah persiapan yang cukup sebelum melahirkan, bukan hanya membeli perlengkapan bayi namun juga persiapan mental menjadi seorang ibu yang mempunyai tanggung jawab besar. 

Jangan lupa untuk melibatkan pasangan dan keluarga dalam persiapan ini, sebab mereka juga punya posisi penting untuk mendukung Anda menjalani profesi baru sebagai seorang ibu.

Peran Suami Saat Istri Alami Baby Blues

Seorang suami punya peran sangat penting bagi istri usai melahirkan, terutama untuk mencegah terjadinya sindrom yang cukup berbahaya tersebut. 

1. Memberikan Perhatian Lebih

Peran pertama adalah memberikan perhatian lebih kepada istri setiap saat, agar dia tidak merasa sendirian untuk mengasuh buah hati. 

Bisa dengan sering menanyakan kabar jika Anda sedang berjauhan, atau menyuapinya makan saat sedang menyusui.

2. Meluangkan Waktu untuk Istri

Selanjutnya adalah meluangkan waktu untuk membantunya di rumah. Jika si suami bekerja, paling tidak dia bisa menyapu rumah, mencuci piring, atau mengambil alih pekerjaan rumah.

Dengan begitusi ibu bisa lebih fokus menjaga bayi dan dirinya sendiri. Jika suami tidak punya waktu luang, maka sediakanlah uang lebih untuk menyewa orang yang bisa membantu dan menemani istri.

3. Jalan-jalan

Membawa ibu menyusui untuk berjalan-jalan juga menjadi peran yang sangat penting, sehingga ibu tidak merasa dibebani dengan hadirnya buah hati yang terkurung di rumah selama 24 jam.

Yakinlah berada di rumah bersama anak terkadang membuat jenuh, sehingga wajar jika istri butuh refreshing walau hanya sekedar berkeliling kota di sore hari.

4. Mengajak Istri Berdiskusi Mengenai Keluh-kesahnya

Menjadi shoulder to cry on dari ibu menyusui juga merupakan peran suami, biarkanlah istri mencurahkan apa yang dia rasakan. 

Tunjukkan rasa sayang dengan fokus mendengar dan memberikan saran terbaik, agar istri tidak merasa diabaikan dan sendirian. 

Jika suami sudah mulai menyadari gejala baby blues pada istri, tentu ia harus membantu dan mencarikan solusi. Misalnya dengan mengajaknya ke dokter atau psikolog jika memang hal itu dirasa perlu. 

Efek Jangka Panjang Baby Blues

Baby blues syndrome

Jika sindrom ini tidak ditangani dengan benar,maka bisa berdampak pada ibu dan juga bayinya yaitu:

Efek Baby Blues Pada Ibu

Gangguan Psikis Lanjutan

Ketika masalah baby blues tidak diatasi secara maksimal, bisa berdampak pada kondisi psikis lebih parah pada ibu. 

Diantaranya depresi yang membuat hidupnya selalu dipenuhi rasa takut, tidak berguna, dan sedih berkepanjangan. Bahkan ada yang sampai mengakhiri hidup karena benar-benar merasa tidak sanggup menghadapi sindrom tersebut.

Trauma Memiliki Anak

Dari beberapa penelitian didapat data bahwa ada ibu yang menjadi trauma memiliki anak setelah pernah mengalami sindrom. 

Alasannya karena tidak ingin merasakan kesedihan dan takut jika nanti tidak bisa mengasuh dan membesarkan anak dengan benar.

Hubungan 

Ada pula yang menyebutkan bahwa efek jangka panjangnya bisa membuat seorang wanita kehilangan gairah. 

Tapi memang tidak semua hal berujung pada masalah ini, tergantung tingkat keparahannya dan sejauh mana upaya mengatasi masalah tersebut. 

Efek Baby Blues Pada Bayi

Perkembangan Terhambat

Pada kondisi ibu yang mengalami baby blues, pastinya asupan makanan akan berkurang atau mengalami kendala. Hal itu akan berakibat pada ASI yang dikonsumsi bayi. 

Artikel Terkait:

Mengatasi Bayi Rewel setelah Imunisasi DPT

Apalagi jika si ibu tidak bisa mendampingi dan membantu memaksimalkan perkembangan bayi, sangat berpotensi menyebabkan keterlambatan semua aktivitas tumbuh kembangnya.

Tidak Ada Ikatan Emosional dengan Ibu

Ibu yang mengalami sindrom ini terkadang tidak mau dekat-dekat dengan bayi. Jika itu terus-terusan terjadi, maka ikatan emosional ibu dan anak akan berkurang. 

Bahkan jika kondisi si ibu sangat parah, ketiadaan ikatan tersebut sangat rentan terjadi dimana bayi tidak akan nyaman saat berada di dekat ibunya.

Pendiam dan Introvert

Memang tidak semua anak akan mengalami hal ini, namun kepribadian yang pendiam dan introvert bisa saja menjadi ancaman akibat baby blues jangka panjang. 

Kepribadian yang tertutup akan mengakibatkan anak mengucilkan diri dari pergaulan sekitar. Ini adalah dampak jangka panjang yang sangat mengkhawatirkan, ketika penanganan sindrom tidak dilakukan hingga tuntas.

Suami Bisa Baby Blues Juga?

Walaupun tidak sebanyak wanita, namun pria juga bisa mengalami baby blueslho! Kebanyakan yang mengalaminya adalah pria yang baru menjadi ayah. 

Karena dia akan memiliki tanggung jawab baru yaitu pada anaknya, sehingga ketidaksiapannya berbuntut pada mood swing yang juga terjadi setelah sang istri melahirkan.

Selain itu, sindrom pada pria ini bisa terjadi karena buntut dari kondisi sindrom dari sang istri. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Tim dokter dari Virginia Timur, Amerika, membuktikan bahwa depresi yang dialami istri akan berdampak pada suaminya.

Untungnya, baby blues pada pria lebih mudah diatasi dibandingkan wanita karena pria bisa cepat mendeteksi hal tersebut dan melakukan upaya pencegahan agar tidak bertambah parah. 

Tapi tetap saja komunikasi antara suami dan istri sangat penting untuk mengatasi masalah ini, kalau tidak maka bisa-bisa mengakibatkan masalah lebih parah di dalam keluarga kecil tersebut.

Dengan mengetahui semua hal yang berkaitan dengan baby blues sejak dini,maka Anda punya waktu yang lebih banyak untuk mengantisipasinya. Karena selama bisa diidentifikasi dengan cepat maka efeknya tidak akan mempengaruhi kehidupan ibu, bayi, dan keluarganya. 

Itulah pembahasan mengenai baby blues syndrome. Semoga kita semua terhindar dari hal tersebut. Terima kasih dan sampai jumpa.


Posting Komentar untuk "Baby Blues: Si Tak Nampak Namun Berbahaya"